Tidur Siang Terlalu Lama Bisa Jadi Pertanda Adanya Alzheimer

Tidur Siang Terlalu Lama Bisa Jadi Pertanda Adanya Alzheimer

Tidur siang adalah cara yang baik untuk membangun kembali mood atau juga menyegarkan kepala di tengah aktivitas sehari-hari. Tapi ternyata pada saat anda tidur siang terlalu lama, hal ini juga bisa menjadi tanda adanya masalah yang terjadi pada otakmu.

Keinginan untuk tidur siang terutama dalam waktu lama ini diungkap ialah sebuah tanda awal dari penyakit alzheimer, sebuah penelitian menyebut jika sel otak yang membuat kita terjaga di siang hari ialah yang pertama diserang oleh penyakit otak.

Sebelumnya, hancurnya sel ini dipikir terjadi karna protein bernama beta-amlyoid. Tapi pada saat ini peneliti sudah mengetahui disebabkan karna gumpalan racun yang dihasilkan oleh protein bernama tau.

Baca Juga : Misteri tubuh manusia : alasan kenapa Anda punya Double Chin

Nonton Online Gratis: www.nof21.com

Pada penderita alzheimer awal, di bagian otak yang membuatmu terjaga akan mengalami kerusakan. Peneliti menyebut jika hal ini menyebabkan seseorang yang menderita Alzheimer menjadi cenderung tidur dengan waktu lama sebelum mereka kesulitan untuk bisa mengingat sesuatu.

Masalah tidur pada siang hari yang dialami oleh pasien ini dilaporkan sudah terjadi lama sebelum penyakit alzheimer ditemukan kepada seseorang. Tapi tak diketahui jika masalah yang berhubungan dengan tidur ini meningkatkan risiko Alzheimer seseorang atau penyakit ini juga yang mempengaruhi otak mereka.

Peneliti mengungkapkan jika temuan ini bisa berujung pada diagnosis awal penggunaan obat dan perubahan gaya hidup lebih bermanfaat dibanding penanganan. Oleh karna itu, perlu dilakukan perubahan gaya hidup untuk penderita penyakit ini.

Mempengaruhi Kemampuan Terjaga

Temuan ini didapat dari peneliti dari University of California di San Fransisco. Mereka menganalisis otak dari 13 pasien penderita Alzheimer yang telah meninggal dunia.

Pada para penderita ini, diketahui jika tiga area otak yang meningkatkan kondisi terjaga seseorang yakni, locus coeruleus, lateral hypothalamic, dan tuberomammillary nucleus mengalami perubahan. Mereka diketahui kehilangan sebanyak 75 persen dari neuron yang dimiliki.

Terjadi di Sejumlah Bagian Otak

Peneliti utama temuan ini, Dr. Jun Oh dari Memory and Ageing Centre USCF mengungkapkan jika temuan ini sangat mengejutkan. Pasalnya, hal ini tak hanya terjadi pada satu bagian nukleus di otak saja tapi pada seluruh bagian otak yang menyebabkan seseorang terjaga.

“Secara krusial, hal ini berarti bahwa otak tak memiliki cara untuk mengompensasi seluruh hal ini karna secara fungsional semua hal yang berhubungan dengan jenis sel ini sudah dihancurkan di waktu yang sama,” terang dr. Jun Oh.

Temuan Penting untuk Diagnosis Alzheimer

Alzheimer disebut bisa juga berada pada seseorang, bahkan 20 tahun sebelum gejalanya muncul. Pengobatan saat ini juga disebut belum berhasil mengatasi maslaah ini karna ketika penyakit ini sudah menunjukkan gejala, maka sudah terlalu terlambat.

Temuan ini juga menunjukkan jika protein tau memiliki peran yang sangat besar dalam munculnya Alzheimer pada seseorang dibanding dengan protein amyloid yang banyak diteliti. Selama itu, penelitian terhadap amyloid juga masih belum menunjukkan efek yang efektif untuk penangan Alzheimer.

1 Trackback / Pingback

  1. Gejala, Penyebab, dan Sejumlah Hal Lain Mengenai Pneumonia | TulisSaja

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*