Seorang Dokter di RS New York Meninggal Karena Bunuh Diri

Seorang Dokter di RS New York Meninggal Karena Bunuh Diri

Seorang Dokter di RS New York Meninggal Karena Bunuh Diri

Tenaga medis yang berada di garis terdepan dalam melawan virus corona tentu merasakan tekanan yang besar. Meski demikian, mereka harus selalu profesional dan mencurahkan seluruh tenaga, waktu, dan pikiran untuk menyelamatkan para korban.

Dokter di AS bunuh diri
Kabar duka pun datang dari tenaga medis. Seorang dokter di unit gawat darurat di Rumah Sakit Presbyterian Allen, New York, Amerika Serikat, meninggal karena bunuh diri di tengah perjuangannya merawat pasien virus corona. Demikian keterangan dari polisi setempat.

Dilaporkan oleh NBC News, juru bicara kepolisian, Tyle Hawn, mengatakan bahwa dr. Lorna Breen yang bekerja di rumah tersebut meninggal dunia karena bunuh diri di Virginia, Selasa (28/4).

“Korban dilarikan ke Rumah Sakit U.V.A untuk dirawat tapi dia meninggal karena luka dalam,” ujar Hawn..

Ayah korban, dr. Philip Breen, adalah yang pertama mengungkap kejadian tragis ini. “Dia mencoba melakukan tugasnya dan itu membunuhnya,” ungkap dr. Philip Breen kepada The New York Times.

“Dia benar-benar berada di garda terdepan dalam krisis ini,” imbuhnya.

Dia Memang Pahlawan
Selain itu, dr. Philip Breen menceritakan putrinya tersebut bercerita tentang kengerian yang ia saksikan selama bertugas di rumah sakit untuk melawan virus corona. dr. Philip pun menyebut putrinya sebagai korban, sebagaimana pasien lain.

“Pastikan dia dihargai layaknya pahlawan karena dia memang pahlawan,” kata dr. Philip.

“Dia adalah korban. Sama seperti pasien lain yang sudah meninggal”.

Kemudian pihak rumah sakit pun mengonfirmasi mengenai kematian Lorna Breen. Juru bicara rumah sakit, Lucky Tran, memberikan pernyataan konfirmasi namun pihaknya tidak memberikan penjelasan yang lebih detail.

Keterangan pihak rumah sakit
Lucky Tran, mewakili pihak rumah sakit, mengungkapkan duka cita dari pihak rumah sakit yang merasa sangat kehilangan dr. Lorna Breen, “Kata-kata tidak mampu melukiskan betapa kami sangat kehilangan,” ungkapnya.

“dr. Breen adalah pahlawan yang memberikan kemampuan terbaiknya di garis terdepan unit gawat darurat. Perhatian kami saat ini adalah untuk memberikan dukungan kepada keluarganya, rekan, dan koleganya yang harus menerima kabar ini di masa yang sulit ini,” tambahnya.

Adapun dari 20 negara yang paling parah terdampak, Amerika Serikat menempati posisi kelima berdasarkan kasus per kapita, berdasarkan perhitungan Reuters. Amerika Serikat memiliki sekitar 30 kasus per 10 ribu orang.

Kini, jumlah korban virus corona di Amerika Serikat sudah melebihi jumlah kematian akibat flu musiman dalam beberapa tahun terakhir. Menurut CDC, kematian akibat virus corona di Amerika Serikat lebih sedikit dari data 100 ribu orang Amerika yang tewas akibat flu musiman di tahun 1967.

Kebijakan pemerintah yang mengharuskan masyarakat untuk tetap tinggal di rumah demi memutus penyebaran virus nampaknya telah menghantam perekonomian Amerika Serikat. Pasalnya, dalam lima minggu terakhir, jumlah warga Amerika yang mencari tunjangan pengangguran melonjak menjadi 26,5 juta.

duniaheboh.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*