Satia, Anak Obesitas Meninggal, Berikut 6 Bahaya Kegemukan pada Anak

Satia Putra (7) penyandang obesitas dengan berat badan mencapai 101 kg dibantu petugas medis dan kedua orangtuanya mengukur tinggi badan sebelum pemeriksaan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang, Karawang, Jawa Barat, Rabu (3/7/2019). Pihak rumah sakit masih menunggu keputusan hasil pemeriksaan dan observasi terhadap Satia apakah akan tetap ditangani oleh RSUD Karawang atau dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk menjalani penanganan lebih lanjut. ANTARA FOTO/M Ibnu Chazar/ama.

Satia, Anak Obesitas Meninggal, Berikut 6 Bahaya Kegemukan pada Anak

Satia Putra, anak obesitas berumur tujuh tahun dengan bobot 110 kilogram tutup usia pada Sabtu (28/09/2019) malam.

Satia sempat mendapat perawatan di puskesmas lantaran mengalami batuk dan sesak napas. Sebelum menghembus napas terakhir, dokter menyarankan untuk membawa Satia ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Namun sayang, hal itu tidak sempat terpenuhi.

“Saya pinjam cator ke Pak Lurah. Baru beres-beres, catornya di bersihin, uda gak ada (meninggal0 sekitar jam sembilan malam,”kata Sarli, ayah Satia.

Sarli berkata, berat badan putranya naik dari 104 menjadi 110 kilogram. Selain itu, pemeriksaan terakhir menunjukkan Satia hanya menderita penyakit asma. Belajar dari kasus Satia, anak-anak gemuk atau obesitas berisiko memiliki gangguan kesehatan hingga beranjak dewasa. Penyakit asma seperti yang di alami Satia juga salah satunya.

Berikut 6 penyakit yang sangat mungkin di alami anak obesitas :

1. Penyakit Jantung

Obesitas pada bayi dan anak-anak bisa di tandai dengan menumpuknya jaringan lemak di seluruh atau beberapa bagian tubuh. Tanpa sadar, inilah salah satu faktor yang meningkatkan risiko anak terserang penyakit jantung nantinya.

Bagaimana bisa?

Anak yang mengalami obesitas memerlukan drah dalam jumlah yang lebih banyak. Secara otomatis, beban kerja jantung pun akan lebih keras untuk memompa darah. Kondisi ini lama-lama akan membuat jantung semakin besar, agar bisa mengalirkan banyak pasokan darah ke seluruh tubuh.

Peningkaran aliran darah ini juga dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, sebagai penyebab awal penyakit jantung.

2. Diabetes Mellitus tipe 2

Bayi dan anak yang mengalami obesitas berisiko lebih tinggi untuk mengalami peningkatan kadar gula darah.

Pasalnya, tubuh anak akan kesulitan untuk mencerna asupan glukosa dengan optimal. Akibatnya, kadar glukosa dalam darah akan meningkat dan berkembang  menjadi penyakit diabetes tipes 2 ketika dewasa. Judi Uang Asli

3. Sleep Apnea

Sleep Apnea adalah gangguan tidur yang terjadi ketika pernapasan mendadak berhenti saat sedang tidur.

Penderita obesitas, termasuk bayi dan anak-anak, rentan mengalami sleep apnea karena adanya penimbunan lemak tubuh yang menghalangi saluran udara sehingga menghambat pernapasan. Akhirnya, kualitas tidur si kecil memburuk dan mudah merasa kelelahan keesokan harinya.

4. Asma

Berdasarkan penelitian yang di muat dalam Asthma Research and Practice Journal, sekitar 38 persen penderita obesitas juga memiliki penyakit asma.

salah satu penyebabnya adalah karena paru di kelilingi oleh jaringan lemak berlebih yang membuatnya jadi lebih sensitif terhadap udara dari luar. Lama-lama, ini mengakibatkan peradangan pada sistem pernapasan yang kemudian menyebabkan asma.

5. Masalah Hormonal

Semakin bertambah berat badan anak, maka akan semakin sulit untuk mengatur produksi hormon di dalam tubuh. Jumlah hormon yang di hasilkan pun jadi tidak normal.

Bukannya baik, hal ini justru bisa mengakibatkan berbagai masalah kesehatan yang terkait dengan hormon di kemudian hari.

Contohnya, pada anak perempuan bisa menyebabkan menstruasi jadi tidak teratur. Sementara pada anak laki-laki bisa berakibat pada ginekomastia, yakni pertumbuhan payudara yang abnormal. Agen Domino

6. Masalah Pada Otot dan Tulang

Berat badan yang melebihi batas normal akan memberikan beban besar pada otot dan tulang, karena harus bekerja ekstra untuk menopang berat tubuh.

Itulah sebabnya, banyak bayi dan anak yang mengalami obesitas sering mengeluh nyeri di bagian tulang dan ototnya, dibandingkan dengan teman-teman seusianya yang punya berat badan normal.

Mencegah Obesitas dengan Susu Rendah Gula

Untuk mencegah obesitas pada anak-anak, anda bisa membatasi pemberian gula dalam makanan dan minuman harian si kecil. Salah satunya dengan memberikan susu rendah gula. Tapi bukan berarti dengan susu rendah gula, anda harus mengorbankan nutrisi lainnya dari susu.

Pilihlah susu rendah gula yang tetap memiliki kandungan gizi susu terutama yang kaya asam omega 3 dan 6 untuk mendukung perkembangan otak dan kecerdasan si kecil. Mendapatkan asupan kalori yang lebih stabil untuk tubuh bisa membantu mengontrol penambahan berat badan.

Hal ini pada akhirnya membantu berat badan si kecil lebih terjaga dan tertentunya terhindar dari obesitas. Dengan memilih susu rendah gula namun tetap tinggi nutrisi, semua kebutuhan gizi anak akan terpenuhi, termasuk untuk perkembangan otaknya. Namun, resiko obesitas akibat asupan gula berlebih bisa di hindari.

Cara lain Cegah Anak Alami Obesitas

Selain karena faktor genetik dari keluarga, obesitas yang terjadi pada si kecil bisa didasari atas berbagai alasan lainnya.

Coba evaluasi kembali, apakah pola makan hariannya sudah tepat? atau apakah ia aktif bergerak, entah itu dengan bermain, berolahraga, atau aktivitas normal lainnya?

Kombinasi semua faktor yang kurang optimal tersebut bisa jadi penyebab utama obesitas pada anak dan bayi anda. Pasalnya, obesitas terjadi ketika energi yang di konsumsi jauh lebih banyak daripada energi yang di keluarkan oleh tubuh.

Selanjutnya adalah bagaimana caranya untuk mencegah agar si kecil terhindar dari obesitas. Sebenarnya tidak sulit, anda bisa mulai perlahan dari hal-hal ringan sehari-hari. Beri si kecil sumber makanan gizi seimbang, yang padat kandungan karbohidrat, lemak, protein, vitamin, serta mineral. Tentunya, dalam batasan yang sehat.

Selain itu, tidak ada salahnya untuk membatasi asupan gula harian anak sedikit demi sedikit. Sebab tidak hanya lemak saja yang berperan terhadap meningkatnya berat badan, gula pun demikian.

Ini karena kelebihan asupan gula yang di dapat dari makanan dan minuman, akan di simpan oleh tubuh dalam bentuk lemak. Akhirnya, bisa menyebabkan kegemukan dan obesitas pada anak. BandarQ Online

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*