Rusia Kirim 300 Ton Bantuan Kemanusiaan ke Venezuela

Rusia Kirim 300 Ton Bantuan Kemanusiaan ke Venezuela

Presiden Venezuela, yaitu Nicolas Maduro mengatakan Rusia akan mengirim 300 ton bantuan kemanusiaan ke Caracas. Ibu kota Venezuela pada hari Rabu (20/2). Sebelumnya, Maduro juga menolak bantuan dari Amerika Serikat.

“Kami menerima dukungan kemanusiaan setiap hari. Pada Rabu, 300 ton bantuan kemanusiaan yang berasal dari Rusia. Akan dikirimkan secara legal dan menuju Bandara Internasional Caracas,” kata Maduro hari Senin lalu. Saat bertemu dengan para ilmuwan, dilansir dari Tulissaja.com, Rabu (20/2).

Venezuela sedang menghadapi krisis ekonomi dan politik yang sangat meruncing. Setelah pemimpin oposisi, Juan Guaido mendeklarasikan diri menjadi presiden sementara pada Januari lalu. Amerika Serikat (AS) memberikan dukungannya dan mengirimkan bantuan melalui negara tetangga Venezuela, Kolumbia.

Sementara itu Maduro juga menolak tegas bantuan AS, menganggapnya juga sebagai taktik suapay menjatuhkan pemerintahannya. Rusia, China, Meksiko, berada di antara negara-negara lain, menyuarakan dukungan untuk Maduro dan menuduh Washington sudah merancang kudeta.

Sebelumnya juga sudah diberitakan sebuah pesawat angkut militer AS membawa bantuan kemanusiaan untuk Venezuela. Mendarat Sabtu 16 Februari di Kota Cucuta, perbatasan Kolombia, di tengah ketidakpastian distribusi akibat sabotase pemerintahan Nicolas Maduro.

Dilansir dari Tulissaja.com pada Minggu (17/2), pengiriman itu juga akan menjadi bantuan besar kedua dari AS dan sekutu internasional untuk warga Venezuela, yang juga banyak di antaranya kesulitan mendapat akses ke makanan juga obat-obatan.

Berbicara di hadapan para pendukung dan juga sukarelawan di Caracas, Guaido mengatakan akan mengumumkan rincian pada hari Senin, tentang bagaimana juga rencana mendapatkan akses masuk bantuan ke Venezuela dari Brasil, Kolombia dan Curacao.

Namun, masih belum jelas apakah Maduro,menyebut bantuan ini sebagai “akal bulus AS” dan membantah adanya krisis, akan juga memungkinkan pasokan tersebut menyeberang ke Venezuela.

“Kami juga akan mengatur diri menjadi brigade,” kata Guaido, menyerukan juga kepada militer untuk mengizinkan bantuan yang lewat.

“Pesan yang harus kami sampaikan yaitu angkatan bersenjata bahwa mereka juga memiliki satu pekan untuk melakukan hal yang benar. Apakah Anda juga berada di sisi keluarga, atau masyarakat yang kesusahan, atau dari perampas yang terus berbohong?” lanjut Guaido langsung mengkritik.

1 Trackback / Pingback

  1. Bentrokan Demonstran di Sudan, 35 Orang Dikabarkan Tewas | TulisSaja

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*