Pembunuhan Hakim PN Medan Dibayar Rp 100 Juta dan Umrah

Kronologi Rencana Pembunuhan Jamaluddin Hakim PN Medan

Pembunuhan Hakim PN Medan Dibayar Rp 100 Juta dan Umrah

Usai melakukan rekonstruksi pembunuhan Jamaluddin di Kafe Everyday, Jalan Ring Road/Gagak Hitam, Medan, petugas kemudian melakukan rekonstruksi di Coffee Town yang terletak di Jalan Ngumban Surbakti, Senin (13/1) sore.

Pada saat rekonstruksi, terkuak bahwa tersangka JP menghubungi tersangka RF untuk melakukan aksi pembunuhan terhadap Jamaluddin. Pada Senin, 25 November 2019, tersangka JP mengajak RF bertemu di Coffee Town. RF duluan datang ke lokasi tersebut. Tidak lama berselang JP dan ZH datang bersamaan.

Di kafe itu ketiganya kemudian duduk dan berbincang. JP mengatakan kepada RF: “Dek, ada yang mau abang sampaikan, kak Hanum ada masalah sama suaminya. Selama ini suka main perempuan, suka marah-marah sama orang tua kak Hanum dan suaminya merendahkan keluarga kak Hanum. Kak Hanum tidak bisa sama suaminya kalau bercerai di pengadilan, dia mau kalau suaminya dibunuh.”

Mendengar cerita JP, RF pun langsung menanyakan kepada ZH apakah yang dikatakan JP tersebut benar.

“Betul itu kak, nanti kakak cuma memanfaati bang Jeffri, karena setau Reza bang Jeffri orangnya lurus tidak neko-neko dari dulu. Kakak serius gak nyuruh kayak gitu,” ucap RF.

Kemudian ZH mengatakan bahwa apa yang dikatakan JP tersebut benar.

Baca Juga:
Terkuak Rencana Hingga Eksekusi Pembunuhan Hakim PN Medan
Kronologi Rencana Pembunuhan Hakim PN Medan

“Iya serius, memang rencana kami mau nikah sama bang Jeffri bukan main-main. Selama ini kakak udah gak tahan, udah lama kakak pendam, udah cukup sakit hati lah. Reza memang mau bantui bang Jeffri sama kakak untuk bunuh suami kakak. Kalau udah siap bunuh, kakak kasih uang seratus juta dan setelah itu kita pergi umrah,” kata ZH meyakinkan RF.

Mendengar itu, seketika RF mengiakan rencana pembunuhan terhadap Jamaluddin.

“Iya kak Reza mau, tapi kakak serius kan sama bang Jeffri. Nanti cuma memanfaati aja,” tanya RF lagi.

“Enggak, tanya aja langsung sama abang mu,” jawab ZH.

Setelah pembicaraan tersebut, ZH menginstruksikan bahwa pembunuhan dilakukan sekitar pukul 19.00 WIB hari itu juga. Ia akan menjemput JP dan RF di depan Pasar Johor untuk kemudian dibawa ke rumahnya sebagai lokasi eksekusi.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*