Patah Hati Bisa Meningkatkan Risiko Kanker Seseorang

Patah Hati Bisa Meningkatkan Risiko Kanker Seseorang

Patah hati adalah salah satu masalah percintaan yang tak asing dialami oleh banyak orang. Kandasnya hubungan percintaan atau penolakan yang dialami dapat membuat seseorang merasa patah hati. Agen Domino99

Mengalami patah hati juga bisa menimbulkan efek pada mental seseorang. Tapi siapa sangka jika hal ini ternyata juga dapat menyebabkan masalah secara fisik dan juga memunculkan masalah kesehatan yang cukup serius.

Tidak main-main, sebuah penelitian mengungkap jika patah hati yang dialami seseorang bisa berpengaruh kepada munculnya kanker, sebuah penelitian mengungkap jika kondisi yang disebut sindrom patah hati yang muncul ketika seseorang mengalami tekanan secara emosional dan juga fisikal bisa mempengaruhi berkembangnya kanker. Diketahui juga jiak masalah ini bisa menurunkan peluang seseorang selamat dari kanker.

Sindrom patah hati atau biasa disebut ialah sindrom takotsubo ini juga memiliki efek yang sama seperti serangan jantung. Hal ini juga menyebabkan sakit di dada serta napas yang memendek karena bilik jantung membesar sehingga kesulitan memompa darah. Agen Bandarq

Peneliti mengungkap jika satu dari enam orang yang mengalami sindrom ini mengalami kanker. Hal yang membuat temuan ini juga semakin mengejutkan ialah karena peluang seseorang untuk selamat mengecil setelah lima tahun mendapat diagnosis ini.

Baca Juga : Sejumlah Jenis Kanker yang Bisa Dideteksi Secara Dini

Nonton Online: www.nof21.com

Tim peneliti menyebut jika penelitian mereka menjelaskan hubungan paling kuat antara sindrom patah hati dan kanker. Hasil ini didapat usai analisis terhadap 1.600 pasien yang mengalami sindrom patah hati.

Kanker payudara ialah jenis kanker paling umum dan muncul selama penelitian ini. Jenis selanjutnya ialah tumor di sistem pencernaan, saluran pembuangan, organ kelamin, dan kulit. Aduq Online Terbaik

“Pasien dengan sindrom patah hati mungkin mendapat manfaat jika menjalani pemeriksaan kanker untuk meningkatkan kemungkinan mereka selamat,” kata Christian Templin, peneliti dan direktur University Hospital Zurich, Swiss.

“Hasil penelitian kami seharusnya meningkatkan kewaspadaan di antara onkologis dan hematologis dalam mempertimbangkan sindrom patah hati ini pada saat mendiagnosis kanker seseorang atau dalam mengobatinya ketika mereka mengalami nyeri di dada, napas memendek, juga kondisi abnormal pada elektrokardiogram,” katanya.

Peneliti mengatakan jika pastisipan yang mengalami kanker mungkin tak bertahan selama 30 hari setelah gejala sindrom ini muncul. Kelompok yang sama mungkin juga membutuhkan bantuan jantung dan pernapasan secara intensif. Agen Domino

1 Trackback / Pingback

  1. Efek Penyalahgunaan Ganja, dari Otak hingga Paru-paru | TulisSaja

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*