Para Klub Elite Eropa Yang Tersingkir 32 Besar

Para Klub Elite Eropa Yang Tersingkir 32 Besar

Arsenal dan Para Klub Elite Eropa Yang Tersingkir Di 32 Besar Liga Eropa

Liga Eropa, Arsenal yang merupakan salah satu klub elite klub eropa dengan sejarah menyilaukan. Kini harus pulang lebih cepat di babak 32 besar liga eropa 2020.

Pada Babak 32 besar liga eropa 2020 yang di mainkan jumat, 28 februari dini hari lalu, setidaknya ada 14 laga yang baru saja dimainkan dan menghasilkan beberapa kejutan.

Beberapa tim elite yang berkompetisi di liga eropa seperti AS Roma, Arsenal, Inter Milan, Manchester United, serta Arsenal. Sebagian besar dari mereka menyelesaikan kompetisi tanpa kekalahan, hanya Arsenal yang harus waspada pada kali ini.

Bertanding di stadion Stadion Emirates, Arsenal tampil dalam kepercayaan diri tinggi lantaran mereka belum pernah terkalahkan dalam sepuluh laga sebelumnya dan mampu meraih tiga kemenangan kandang di semua ajang.

Catatan tersebut jadi modal penting saat menjamu Olympiakos di leg kedua babak 32 besar Liga Eropa 2020, bahkan langkah The Gunners bakal semakin mudah setelah mereka unggul aktifqq 0-1.

Namun sayang, catatan dan modal gemilang tersebut gagal menghantarkan Arsenal lolos ke babak 16 besar agen poker online, lantaran pada leg kedua kemarin The Gunners menelan kekalahan 1-2 dari wakil Yunani, Olympiakos.

Meski secara agregat sama kuat 2-2, namun Arsenal harus tersingkir karena kalah jumlah gol tandang. Hasil tersebut menjadi salah satu kejutan di babak 32 besar Liga Europa musim ini, sebab masih ada beberapa tim elite Eropa lain yang ternyata tidak mampu lolos ke 16 besar.

Lantas tim mana sajakah itu? Berikut TULISSAJA.COM coba merangkum dan mengulas, beberapa elite Eropa yang harus tersingkir lebih awal di babak 32 besar Liga Europa musim 2020.

Ajax Amsterdam

Klub pertama yang secara mengejutkan gagal melangkah ke 16 besar adalah Ajax Amsterdam, sebab di musim-musim sebelumnya tim asal Belanda ini mampu melangkah partai final bahkan sempat menembus semifinal Liga Champions.

Berstatus pemegang gelar juara Liga Belanda terbanyak, Ajax yang kekuatan pemain mudanya perlahan terkikis akibat hengkang, tidak bisa tampil konsisten dan imbasnya sangat terasa di Liga Europa musim ini.

Menghadapi Getafe, skuad besutan Erik ten Hag tersebut kalah aktifqq dengan skor 3-2 meski di leg kedua mereka mampu menang agen domino 2-1.

Celtic

Klub asal Skotlandia ini pernah merasakan kejayaan musim 1966-1967, ketika Celtic menjadi tim Inggris pertama yang berhasil memenangkan Piala Eropa, serta memenangkan kejuaraan liga Skotlandia, Piala Skotlandia, Piala Liga dan Piala Glasgow.

Selain itu, Celtic juga mencapai partai Final Piala Eropa musim 1970 dan Final Piala UEFA 2003, meski mereka kalah di dua partai puncak tersebut.

Sayangnya, kegemilangan Celtic belum bisa kembali terulang hingga saat ini, bahkan pada ajang Liga Europa 2019/20 mereka harus pulang lebih dulu setelah disingkirkan Copenhagen dengan skor agregat 4–2.

Benfica

Peraih 37 gelar Liga Portugal serta dua kali menjuarai Liga Champions musim 1960–61 dan 1961–62, tim asal Lisbon ini gagal lolos ke babak 16 besar setelah takluk dari tangan Shakhtar Donetsk dengan agregat 5-4.

Kunci kelolosan Shakhtar Donetsk ke babak 16 besar Liga Europa musim ini sendiri adalah berkat hasil imbang yang mereka raih di leg kedua kemarin, bermodalkan kemenangan kandang 1-0 membuat Donetsk unggul agregat.

Klub berjuluk Dragoes tersebut ditaklukan oleh tim asal Jerman, Bayer Leverkusen. Bahkan dalam dua pertemuan, FC Porto tidak pernah meraih kemenangan dengan rincian kalah 2-1 di partai tandang serta 1-3 ketika bermain kandang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*