Omar Hassan Al Bashir Terima Jutaan Dolar AS dari Arab Saudi

Omar Hassan Al Bashir Terima Jutaan Dolar AS dari Arab Saudi

Mantan diktator Sudan Omar Hassan Al Bashir telah mengaku kepada penyelidik sudah menerima jutaan dolar AS dari Arab Saudi. Pengakuan Al Bashir disampaikan pada saat sidang hari Senin, 19 Agustus 2019. Bashir yang digulingkan bulan April, menghadapi dakwaan korupsi. Ia menghadapi tuduhan kepemilikan ilegal mata uang asing dan menerima hadiah secara tak resmi. Live Casino Online

Detektif ini mengatakan kepada pengadilan jika Bashir telah membuat pernyataan tentang uang itu ketika ia diinterogasi oleh para penyelidik setelah penahanannya. Bashir, yang berada di sel di ruang sidang, mengenakan jubah putih tradisional dan juga turban sambil mendengarkan kesaksian namun tak berkomentar.

Persidangan Bashir digelar pada saat Sudan akan melakukan transisi politik setelah kejatuhannya. Pada Sabtu, para pemimpin demonstran dan juga militer menandatangani kesepakatan pembagian kekuasaan terakhir, membuka jalan untuk transisi ke pemerintah sipil.Bashir telah merebut kekuasaan dalam kudeta militer pada 30 Juni 1989, dan juga tetap menjabat sampai 11 April 2019, ketika dia digulingkan dan ditangkap oleh angkatan bersenjata. Casino Online Terpercaya

Kejatuhannya disebabkan demonstrasi besar-besaran masyarakat Sudan yang turun ke jalan selama empat bulan untuk menuntut diakhirinya pemerintahan pria berumur 75 tahun itu.

Baca Juga : Mantan Presiden Afrika Selatan Bantah Jadi ‘Raja’ Korupsi

Nonton Online Gratis: www.nof21.com

Demonstrasi meletus karna kenaikan harga pangan sebelum berubah menjadi tuntutan yang lebih luas untuk perubahan politik, puncak dari kemarahan selama bertahun-tahun dari korupsi dan penindasan.

Jaksa juga sudah membuka pemeriksaan pidana lain terhadap al Bashir, termasuk dari tuduhan pencucian uang, pendanaan terorisme dan memerintahkan pembunuhan demonstran, yang juga bisa mengancam Bashir dengan hukuman mati. Bandar Casino Online

Sesi persidangan Omar al bashir berikutnya dijadwalkan pada hari Sabtu. Menjelang persidangan, Direktur Amnesty International untuk Afrika Timur Joan Nyanyuki mengatakan pada  persidangan ini adalah langkah positif menuju pertanggungjawaban dari beberapa kejahatan yang dituduhkan.

Selama masa jabatannya, al Bashir memimpin Sudan melalui beberapa konflik dan menjadi buronan oleh Mahkamah Kejahatan Internasional (ICC) dari  tuduhan kekejaman di Darfur. Omar Hassan Al Bashir juga orang terakhir yang memimpin Sudan bersatu, dari sebelum kemerdekaan Sudan Selatan pada 2011. Casino Online Indonesia

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*