“Militer Myanmar gunakan perkosaan sebagai senjata”

“Militer Myanmar gunakan perkosaan sebagai senjata”

Misi pencari fakta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Myanmar telah mengatakan, pemerkosaan oleh pasukan militer dan bentuk kekerasan seksual lainnya itu rutin terjadi. Hal ini disebut ialah cerminan lunturnya budaya menghargai sesama. Agen Bandarq

Pada laporan setebal 61 halaman tersebut, PBB telah meminta militer Myanmar supaya mengakhiri praktik tersebut. Dikabarkan kekerasan seksual digunakan supaya bisa meneror etnis minoritas.

“Komunitas internasional harus meminta militer Myanmar untuk memperhitungkan rasa sakit dan juga penderitaan luar biasa yang ditimbulkan,” kata Ketua Misi Pencari Fakta, Marzuki Darusman, seperti yang dikutip kantor berita Anadolu, Jumat (23/8).

PBB juga telah menemukan, di Negara Bagian Rakhine, di mana minoritas muslim Rohingya menetap, praktik kekerasan seksual begitu meluas selama operasi “pembersihan” oleh pemerintah, 2017 lalu. Operasi militer ini disebut ialah upaya yang dilakukan Myanmar untuk melakukan genosida kepada etnis tersebut.

Laporan tim dari pencari fakta PBB ini dibuat berdasarkan wawancara dengan ratusan orang yang selamat dan saksi operasi yang sedang berlangsung di Rakhine, Kachin, dan Shan.

Baca Juga : PBB Ungkap Bisnis Militer Myanmar, Serukan Embargo Senjata

Nonton Online Gratis: www.nof21.com

Laporan itu menjelaskan, kekerasan seksual digunakan militer Myanmar menjadi bagian dari strategi untuk mengintimidasi, meneror, dan juga menghukum penduduk sipil. Disebutkan jika hal itu sengaja dilakukan untuk memaksa mereka pergi dari wilayah Myanmar. Bandarq Online

“Dengan alasan jika tindakan tersebut ialah kejahatan terhadap kemanusiaan, kejahatan perang, dan tindakan genosida,” ungkap laporan PBB itu.

Anadolu mengabarkan, baik perempuan dewasa atau juga anak-anak ialah sasaran dari sebagian besar serangan oleh militer Myanmar. Selain dipukul, diiris pisau, dan disulut rokok, perempuan Myanmar juga diperkosa oleh pasukan militer yang dikenal dengan sebutan Tatmadaw itu. Bahkan, pada laporan pencari fakta itu PBB juga akan menemukan bahwa para perempuan dijadikan budak seksual di pangkalan Tatmadaw.

Tidak hanya perempuan, laki-laki pun juga menjadi target pemerkosaan. Mereka disiksa secara seksual dan dipaksa telanjang. PBB menggambarkan Rohingya ialah masyarakat yang paling teraniaya di dunia. Rohingya telah menghadapi ketakutan akan terjadinya penyerangan, sejak belasan orang telah terbunuh dalam kekerasan komunal pada 2012. Agen Domino99

Menurut kelompok peduli HAM, Amnesty International (AI), lebih dari 750.000 pengungsi Rohingya telah melarikan diri dari Myanmar dan juga menyeberang ke Bangladesh, setelah penumpasan komunitas muslim minoritas itu pada tahun 2017. Ratusan ribu pengungsi Rohingya yang kabur didominasi wanita dan anak-anak. Tapi, hal itu justru membuat lebih dari 1,2 juta orang dianiaya di Bangladesh.

Menurut laporan Ontario Internasional Development Agency (OIDA), sejak 25 Agustus 2017, hampir 24.000 muslim Rohingya sudah dibunuh oleh pasukan Tatmadaw Myanmar. Judi Uang Asli

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*