Kesaksian Mengerikan Para Korban Perbudakan Seks ISIS

Kesaksian Mengerikan Para Korban Perbudakan Seks ISIS

Anggota Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) terbilang sangat kejam sekali. Banyak anggota yang tertipu dengan modus ISIS pada saat merekrut. Jika sudah masuk perangkap ISIS, maka mereka akan terjebak. Salah satu korban ISIS ialah wanita Live Casino Online. Banyak wanita yang disandera ISIS dan telah dijadikan budak seks.

Baca Juga : Cara Membedakan Mengantuk atau Kelelahan

Nonton Streaming Online: www.nof21.com

Banyak wanita yang mengeluh setelah terjebak dengan hasutan anggota ISIS. Berikut kesaksian dari wanita yang disandera ISIS:

  • Ingin Dipukuli Sampai Mati

Seorang gadis Irak berumur 17 tahun mengisahkan bagaimana dia ditangkap dan setelah itu dijadikan budak seks kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Dia dibolehkan berbicara kepada publik lewat koran Italia La Republica melalui telepon selulernya karna para penangkapnya ingin kisah gadis itu diketahui dunia. Gadis malang itu adalah salah satu dari 40 perempuan Yazidi ditangkap ISIS ketika kelompok militan itu juga menyerbu kota tempat tinggal mereka.

Dia mengatakan apa yang telah dialaminya sangat mengerikan sehingga ia berharap dipukuli sampai mati. “Ada bagian dari diri saya menyatakan ingin mati saja. Tapi di bagian lain saya juga masih berharap bisa memeluk orangtua saya sekali lagi,” ujarnya Casino Uang Asli.

Menurut gadis itu, para penangkapnya menganggap mereka orang tidak yang bisa dikalahkan. “Kami juga meminta mereka menembak mati kami tapi kami terlalu berharga untuk mereka.” ujarnya.

  • Alami Trauma Hingga Tidak Bisa Bicara

Selain gadis itu, ada gadis lain berumur 13 tahun yang mengalami trauma hingga tidak bisa bicara akibat mengalami penyiksaan dari militan ISIS. Menurut dia, para perempuan ditangkap ISIS itu telah ditahan di sebuah bangunan yang dijaga para militan pada sebuah desa di selatan Kota Mosul.

Semua kaum perempuan Yazidi itu juga ditangkap ketika ISIS menyerang Kota Sinjar pada tanggal 3 Agustus 2014 lalu. Ribuan warga juga terpaksa mengungsi ke pegunungan Sinjar untuk menyelamatkan diri Judi Casino Online.

  • Berpisah dengan Anak Laki-lakinya

Seorang wanita yang bernama Jovan (nama samaran) berasal dari Yazidi ini rela meninggalkan anak laki-lakinya saat bergabung dengan ISIS. dia melahirkan anaknya pada saat menjadi budak seks ISIS.

“Saya sangat ingin sekali membesarkan anak saya, tapi tak bisa. Masyarakat di sini tak akan menerima dia. ISIS melakukan tindakan yang sangat kejam. Mereka menculik dan juga membunuh banyak anggota komunitas,” ujar Jovan.Karena tidak ingin melukai perasaan masyarakat Yazidi dengan kehadiran anaknya itu. Apalagi masyarakat Yazidi juga sangat menjaga kemurnian keturunan mereka.

Anak Jovan juga sudah pernah ditampung di salah satu panti asuhan anak yatim di Mosul, di Irak utara. Tempat ini menampung anak-anak yang telah kehilangan orang tua yang bertempur melawan ISIS.”Saya juga menerima banyak anak-anak, Kristen, dari etnik Turk, Shabak…

Tapi tidak ada yang membuat pilu seperti melihat anak-anak yang sudah dilahirkan perempuan Yazidi,” ujar Sakineh Muhammed Ali, pengelola panti asuhan Bandar Casino Online.

1 Trackback / Pingback

  1. Canggihnya Pyongyang 2425, Smartphone Asli Korea Utara | TulisSaja

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*