Dokter Sebut Tokoh Oposisi Rusia Kemungkinan Diracun

Dokter Sebut Tokoh Oposisi Rusia Kemungkinan Diracun

Tokoh oposisi Rusia Alexei Navalny kemarin pagi dilarikan ke rumah sakit setelah ia mengalami gejala seperti diracun. Salah satu dokter yang menangani pria 43 tahun itu, Anastasia Vasilieva, menulis di laman Facebook Minggu malam, ia dan rekannya sudah memeriksa Navalny di rumah sakit meski awalnya mereka dilarang. Agen Domino

Navalny dibawa ke rumah sakit dari penjara tempat ia menjalani penahan selama 30 hari setelah pekan lalu ditangkap karna menyerukan para pendukungnya menggelar aksi demonstrasi anti-pemerintah.

Senin (29/7), unjuk rasa ini akhirnya berlangsung Sabtu lalu dan memaksa aparat keamanan menahan lebih dari 1.300 orang, yang terbesar selama beberapa tahun terakhir. Warga memprotes larangan calon independen mendaftar untuk menjadi dewan kota Moskow dalam pemilu September nanti. Menurut Vasilieva, Navalny mengalami gejala keracunan seperti wajah bengkak, bintik-bintik, dan ruam.

Baca Juga : Presiden Filipina Mengancam Pejabat yang Korupsi

Nonton Online: www.nof21.com

Vasilieva juga ialah dokter yang merawat Navalny ketika dia disiram cairan berwarna hijau oleh aktivis pro-Kremlin pada 2017 yang membuat matanya kemudian buta sebelah untuk sementara. Menurut Vasilieva, jelas terlihat Navalny tak mengalami alergi tapi dia ‘terkena dampak bahan kimia berbahaya yang tidak diketahui jenisnya.”

“Kita tak bisa mengabaikan ada kerusakan kulit akibat bahan kimia yang disebabkan ‘pihak ketiga’,” tulis Vasilieva. Ia juga menyerukan pihak rumah sakit memberikan perawatan medis yang memadai untuk Navalny. Pada Minggu malam, seorang dokter rumah sakit, Eldar Kazakhmedov, mengatakan kepada kantor berita Interfax, ia meyakini Navalny mengalami reaksi alergi, meski ia tak mengatakan alergi apa. Agen Poker

“Pada saat ini kondisi Navalny membaik, dan indikator-indikator organ pentingnya pada keadaan stabil. Ia sudah jauh lebih baik ketika baru masuk rumah sakit,” ungkap Kazakhmedov. Ribuan demonstran turun ke jalanan Moskow, Rusia, Sabtu kemarin. Mereka juga menuntut agar anggota oposisi diizinkan mencalonkan diri dalam pemilu lokal. Tapi , aksi itu berakhir dengan penangkapan para demonstran oleh polisi.

Minggu (28/7), sejumlah demonstran diseret menjauh dari balai kota ketika pasukan keamanan menggunakan tongkat membubarkan kerumunan aksi. Menurut polisi setempat, ada 1.074 orang ditangkap dalam aksi yang tidak mengantongi izin itu. Wali Kota Moskow, Sergei Sobyanin menyebut jika demonstrasi itu sebagai “ancaman keamanan”. Ia pun berjanji untuk menjaga ketertiban umum di Moskow. Bandarq Online

Menurut polisi, sekitar 3.500 orang berkumpul untuk berdemonstrasi, termasuk sekitar 700 jurnalis. Polisi Rusia dengan pakaian antihuru-hara mendorong kerumunan dari penghalang di sekitar kantor wali kota di pusat Moskow. Para demonstran kemudian dibawa ke kantor polisi. Sejumlah pengunjuk rasa juga terlihat berdarah sementara dua anggota pasukan keamanan telah dilaporkan menerima cedera mata akibat semprotan merica.

Aksi ini digelar untuk memprotes pengucilan terhadap kandidat oposisi pada pemilu lokal. Judi Uang Asli Pihak oposisi mengatakan mereka dilarang karena alasan politik. Beberapa kandidat yang telah dilarang mencalonkan pada pemilihan 8 September juga telah ditahan sebelumnya.

Dalam pemilu ini, calon yang didiskualifikasi sekitaran 30 orang. Mereka dinyatakan gagal mengumpulkan cukup tanda tangan yang valid untuk mencalonkan diri. Pemimpin oposisi Alexei Navalny yang juga kritikus sengit Presiden Vladimir Putin, dipenjara selama 30 hari pada hari Rabu setelah menyerukan demonstrasi yang tak disetujui. Nonton Online Film 21 – Video Dibalik Layar Dua Garis Biru klik di SINI.

1 Trackback / Pingback

  1. Ariel Pastikan Gitaris Uki Hengkang Dari Band NOAH | TulisSaja

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*