China Tuding Diplomat AS Bertemu Demonstran Hong Kong

China Tuding Diplomat AS Bertemu Demonstran Hong Kong

Seorang pejabat Amerika Serikat menyebut China adalah “rezim preman” karna mengungkap rincian data pribadi seorang diplomat Amerika. Di sisi lain, pengungkapan oleh China itu dipicu karena diplomat yang dimaksud mengadakan pertemuan dengan sekelompok pemimpin gerakan massa pro demokrasi Hong Kong, Jumat (9/8). Live Casino Online

Sejak sejumlah pekan terakhir, massa konsisten mengadakan rangkaian aksi terkait penolakan RUU Ekstradisi kontroversial dan isu independensi wilayah otonomi khusus China itu.

Kejadian bermula pada hari Kamis 7 Agustus, ketika kantor perwakilan pemerintah China di Hong Kong meminta AS untuk menjelaskan laporan di media pro-China jika seorang diplomat Amerika berhubungan dengan para pemimpin protes.

Surat kabar dari Hong Kong Ta Kung Pao yang dekat dengan China juga menerbitkan foto seorang diplomat AS, yang diidentifikasi menjadi Julie Eadeh dari bagian politik konsulat, berbicara dengan para pemimpin mahasiswa termasuk Joshua Wong di lobi sebuah hotel mewah. Selain mengidentifikasi Eadeh, Ta Kung Pao juga sudah menerbitkan nama serta foto suaminya dan anak-anak mereka.

Foto utama pertemuan Eadeh dengan Wong kemudian muncul di bawah tajuk berita Ta Kung Pao berjudul “Intervensi Asing” terkait dengan demonstrasi Hong Kong –sesuatu yang juga sudah digaungkan oleh Beijing sejak beberapa pekan lalu. Casino Online Terpercaya

Kementerian Luar Negeri China menyikapi dengan mengatakan jika pihaknya sudah memanggil seorang pejabat di Konsulat Jenderal AS di Hong Kong setelah mereka mengadakan pertemuan dengan “tokoh-tokoh oposisi lokal” yang juga merujuk pada aktivis pro-demokrasi. Pada sebuah pernyataan tambahan, kementerian luar negeri China “mengekspresikan penolakan dan juga oposisi yang kuat.”

Baca Juga : Para Pengacara Hong Kong Ikut Demo Dukung Pro-Demokrasi

Nonton Online: www.nof21.com

Langkah Ta Kung Pao dan juga pemerintah China disambut dengan kemarahan di Washington. Juru bicara Kementerian Luar Negeri AS Morgan Ortagus menuduh China sudah berperilaku tidak bertanggungjawab dan “bak preman, saya tak berpikir jika membocorkan informasi pribadi, gambar, nama anak-anak diplomat Amerika … adalah protes resmi,” ujarnya.

“Itulah yang akan dilakukan rezim preman. ini bukan bagaimana negara yang bertanggungjawab akan berperilaku. Merilis informasi pribadi diplomat Amerika itu juga sama sekali tak bisa diterima. Itu bukan protes. Itu yang dilakukan rezim preman, dan itu tak bisa diterima.” Ortagus mengatakan wajar untuk para diplomat AS untuk bertemu dengan para pemrotes dan tokoh-tokoh oposisi, di mana pun mereka bekerja. Bandar Casino Online

“Ini benar-benar terjadi di setiap negara di mana kedutaan besar Amerika juga hadir. Jadi diplomat kami melakukan pekerjaannya dan juga kami sangat memuji dia atas pekerjaannya,” ungkapnya. Ini yang tak hanya dilakukan oleh diplomat Amerika, itu juga yang dilakukan para diplomat di negara lain.”

Menanggapi komentar Ortagus, seorang juru bicara kementerian luar negeri China mengatakan pernyataan sang jubir Kemlu AS ialah”fitnah yang terang-terangan kepada China. Ini juga menunjukkan logika gangster AS … dan pola pikir hegemonik AS yang menganggap jika dirinya menjadi yang paling unggul,” ujar juru bicara Kemlu China.

“AS tak merefleksikan atau mengoreksi diri, namun membuat tuduhan balasan yang tak berdasar dan menyalahkan China dan juga membuat asosiasi tanpa dasar jika China membocorkan informasi yang relevan … ini menunjukkan mentalitas AS yang gelap dan juga terdistorsi.” Juru bicara ini menambahkan bahwa “jika Anda tidak ingin orang lain tahu apa yang telah Anda lakukan, (maka) jangan lakukan hal itu.” Casino Online Indonesia

2 Trackbacks / Pingbacks

  1. Dampak Demo Hong Kong di Bandara, Tim Renang DKI Tak Bisa Pulang | TulisSaja
  2. Trump : Xi Bisa Redam Demo Hong Kong dalam Waktu 15 Menit | TulisSaja

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*