Batal Nikah, Pasangan Pengantin Ini Ditagih Ratusan Juta

Batal Nikah, Pasangan Pengantin Ini Ditagih Ratusan Juta

Batal Nikah, Pasangan Pengantin Ini Ditagih Ratusan Juta

Pandemi corona Covid-19 memaksa sederet agenda dibatalkan hingga ditunda untuk menekan kasus penyebaran. Kondisi ini juga terjadi di Inggris, di mana banyak pasangan yang dengan berat hati harus menunda menikah karena keadaan tengah lockdown. Dilansir dari BBC, pasangan Adam Gibbs dan Sarah Summerskill diberi tahu bahwa momen pernikahan mereka pada Mei mendatang dibatalkan karena pembatasan jarak sosial. Namun, mereka masih harus tetap membayar biaya pembatalan 80 persen kepada venue.

Mereka telah merencanakan pernikahan selama 18 bulan terakhir. Adam dan Sarah seharusnya menikah di Cain Manor, Surrey, pada 9 Mei 2020. Venue itu adalah salah satu dari lima tempat yang jadi bagian dari grup Bijou Weddings. Paket pernikahan mereka total biayanya 17 ribu Pound sterling atau sekitar Rp 329 juta. Adam dan Sarah sejauh ini telah membayar 13 ribu Pound sterling atau setara Rp 250 juta.

Namun, venue telah membatalkan acara tersebut dan menyuruh mereka membayar biaya pembatalan sebesar 80 persen dari total biaya pernikahan, sebagaimana tercantum dalam kontak pernikahan. Mereka disarankan mengklaim uang kembali pada asuransi dan kemudian memesan kembali pernikahan. Adam dan Sarah telah menolak klaim mereka dengan alasan pembatalan pernikahan dan penutupan venue timbul dari perintah pemerintah. Mereka pun merasa kehilangan dan putus asa.

“Venue itu masih mendapat 13 ribu Pound sterling dari uang kami dan masih menuntut pembayaran tambahan (untuk memenuhi biaya pembatalan) pada minggu berikutnya. Ini bukan uang yang Anda temukan di belakang sofa. Tampaknya tak masuk akal bagi kami bahwa suatu tempat dapat membatalkan pada kami dan kemudian menagih kami 80 persen (dari biaya) tanpa memberikan layanan,” kata Adam Gibbs kepada BBC.

Awalnya, Bijou Weddings memberi tahu pasangan itu harus membayar biaya pembatalan penuh untuk paket pernikahan, yang jumlahnya mencapai 13.600 Pound sterling atau setara Rp 263 juta. Karena mereka telah membayar 13 ribu Pound sterling, ini berarti mereka masih berutang pada perusahaan itu sejumlah 600 Pound sterling atau Rp 11,6 juta. Tetapi Bijou Weddings kemudian menyebut bersedia untuk mengubah tanggal pernikahan mereka pada tanggal lain pada 2020 secara gratis.

Bijou Weddings mengatakan bahwa jika pelanggan dapat membuat klaim asuransi dan mendapatkan biaya pembatalan yang dikembalikan, maka itu akan menawarkan tanggal alternatif akhir tahun ini atau pada 2021 atau 2022 untuk pernikahan yang dipesan ulang, dan pernikahan baru akan dikenakan harga paket 2019. Perusahaan itu menyebut juga akan memberi free bar float senilai 1.000 Pound sterling atau setara Rp 19,3 juta.

Untuk pelanggan yang tidak memiliki asuransi atau tidak dapat mengklaim asuransi, Bijou Weddings mengatakan akan memesan kembali pernikahan secara gratis dan pada tanggal yang tersedia yang tersisa pada 2020, atau menikah pada Minggu-Kamis di 2021 di bulan yang sama dengan aslinya pemesanan.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*