Anak 16 Tahun Bawa 4,97 Kilogram Sabu-Sabu ke Banjarmasin

Polisi Tangkap Anak muda 16 Tahun Asal Jakarta yang Membawa 4,97 Kilogram Sabu-Sabu ke Banjarmasin

Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalimantan Selatan menangkap anak muda 16 tahun bernama samaran Gram asal Jakarta, usai kedapatan bawa 4, 97 kg sabu-sabu ke Banjarmasin.

“Terdakwa Gram bersama Milimeter( 20) disergap dikala turun dari kapal di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin pada 2 Maret kemudian,” tutur Direktur Reserse Narkoba Polda Kalimantan Selatan Kombes Pol Iwan Eka Putra, Senin( 9/ 3/ 2020).

Hasil pengecekan petugas, Gram yang masih terkategori anak di dasar usia menemukan perintah dari jaringan pengedar yang mendekam di Lapas Cipinang Jakarta buat bawa narkoba ke Banjarmasin.

Dengan iming-iming imbalan Rp50 juta, Gram juga berangkat bersama Milimeter cocok arahan dari si bandar dengan bawa 5 paket besar sabu-sabu seberat 4, 97 Kilogram.

“Kedua kurir ini awal mulanya mengambil benda di parkiran kawasan Lapangan terbang Soekarno Hatta. Setelah itu naik ke kereta api ke Surabaya serta berikutnya memakai jalan laut ke Banjarmasin dengan menumpang Kilometer Kirana IX,” ungkap Iwan didampingi Wakil Direktur Resnarkoba Polda Kalsel AKBP Budi Hermanto.

Modus jalan laut diseleksi jaringan ini buat menjauhi pengecekan petugas bila melalui jalan pesawat hawa. Dikenal bila pelabuhan masih sedikit perlengkapan buat mengetahui benda bawaan penumpang kapal.

Tidak hanya mengamankan kedua pemuda asal Jakarta itu, Regu Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Kalsel pula meringkus satu masyarakat di Banjarmasin bagaikan penerima benda ialah HD( 38) serta satu lagi narapidana permasalahan narkoba di LP Kelas IIA Banjarmasin bernama samaran MR( 32).

“Jadi ini jaringan Lapas. MR memerintahkan HD buat menerima benda dari Gram serta Milimeter,” ucap Iwan.

Atas terungkapnya permasalahan itu, Iwan juga kembali menegaskan warga buat tidak gampang terbujuk rayu jaringan pengedar yang memohon bagaikan kurir pengantar narkoba.

“Ingat hukumannya sangat berat bila tertangkap apalagi hingga ancaman pidana mati. Jadi siuman serta bertaubatlah buat tidak lagi bersentuhan dengan narkoba sebab dosanya sangat besar lantaran mengganggu generasi bangsa,” tukas alumni Akpol 1994 itu.

Terdakwa Gram kepada wartawan mengaku telah 2 kali bawa narkoba ke Kalsel. Sedangkan Milimeter apalagi telah 3 kali lolos serta sudah menerima upah hasil kerja haramnya tersebut.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*