2 Penyebab Kebakaran Hutan Tahun Ini yang Luar Biasa Parah

2 Penyebab Kebakaran Hutan Tahun Ini yang Luar Biasa Parah

Kebakaran Hutan terjadi di berbagai wilayah Indonesia. Hal ini menyebabkan kabut asap hingga berujung kepada banyak kerugian, seperti kesehatan, sosial, ekologi, ekonomi juga reputasi.

Namun apa penyebab utama yang menjadikan karhutla tahun ini sangat parah? Live Casino Online

WWF-Indonesia dalam rilisnya menyatakan bahwa penyebab karhutla yang terjadi di Indonesia saat ini cukup kompleks. Tidak hanya cuaca, kondisi alam dan lemahnya pengawasan yang ada menjadi beberapa faktor karthula parah ini kembali terjadi.

Selain itu, ulah manusia baik korporasi maupun individu, yang seolah tak pernah sadar akan dampak dari membakar hutan dan lahan juga berdampak pada masyarakat luas.

Alasan yang paling dominan dari perlakuan tersebut yaitu mencari keuntungan komersial melalui praktik pembukaan lahan yang masih menggunakan metode pembakaran karena di anggap lebih mudah dan aman.

Pembakaran Lahan

Directur Policy dan Advocacy WWF-Indonesia, Aditya Bayunanda mengatakan bahawa faktor utama kebakaran hutan yang terjadi saat ini bukanlah cuaca.

“Musim kemarau saat ini ya normal, atau bukan yang extraordinary (luar biasa). Tapi ya itu, ulah ‘cukong (mafia) yang membiayai masyarakat untuk membakar lahan pada musim kemara saat inilah yang menjadi faktor utamanya. Penyebabnya permukaan lahan di saat musim kemarau ini oleh oknum pengusaha,” kata Aditya.

“Saya sih melihatnya banyak yang sifatnya cukong-cukong itu modelnya. Bisa juga ada perusahaan, mereka membiayai masyarakat untuk membuka lahan, dan itu sulit kalau masyarakat (yang melakukan) karena biaya besar. Tapi karena ada yang membiayai atau ngasih upah besar, makanya oknum masyarakat mau membakar lahan saat kemarau begini,” imbuhnya. judi Casino Online

ditambahkan oleh Direktur Utama PT ABT (Perusahaan Restorasi Ekosistem / RE), Dody Rukman, bahwa karhutla terindikasi disebabkan adanya perambahan hutan dan pembukaan lahan ilegal oleh sekelompok oknum yang terorganisir.

Kurangnya Kapasitas Kanal Restorasi Gambut

Team leader Program Rimbang Baling Sumatera dan Hutan Lindung Gambut Londerang, Tri Agung Rooswiadji, menyatakan bahwa lahan gambut sering terbakar karena restorasi dengan pembuatan kanal yang belum optimal. Dari hasil pengamatan di lapangan dengan berbagai pihak terkait, ditemukan bahwa kawasan yang dibuat sekat kanal di lahan gambut saat ini memiliki kapasitas yang berbeda-beda, berkisar 4 sampai 15 meter.

Kanal dengan ukuran 4 meter ke bawah pada saat ini banyak yang mengalami kebakaran pada sisi kanan-kiri atau sayap kanalnya karena kapasitas air di kanal ternyata tidak cukup untuk mengantisipasi kebakaran di dalam tanah gambut. Menurut dia, ukuran kanal yang cukup efektif antara 6-14 meter.

“Juga sebenarnya pada dua bulan sebelum kemarau terjadi sudah bisa di monitor bagaimana tingkat permukaan air di tanah gambut itu, biar bisa diantisipasi kebakaran hutan ini, semakin lambat maka semakin susah ditangani,” tutur Tri.

Para ahli pun berpendapat bahwa kebakaran hutan di Indonesia sebetulnya bisa dicegah, terutama untuk tahun-tahun berikutnya. Namun, dalam upaya pencegahannya di haruskan untuk memotong faktor penyebab utamanya. Bandar Casino Online

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*