Tato Pernah Dianggap Sebagai Kriminal, Kini Sudah Menjadi Gaya Hidup

Tato Pernah Dianggap Sebagai Kriminal, Kini Sudah Menjadi Gaya Hidup

Semakin berkembangnya jaman, tato mulai bergeser beberaoa tahun belakangan ini. Di Indonesia, tato mempunyai perjalan yang panjang dari tato tradisional hingga menggunakan mesin. Nadya seorang artist tato mengatakan pada era 1980, tato kerap dikaitkan dengan sesuatu yang kriminal. Hal itu membuat banyak orang menghapus tato yang berada di tubuhnya.

“Kita mempunyai sejarah panjang terntang tato. Mulai dari yang bersifat tradisional hingga menggunakan mesin. Tato terkesan sesuatu yang mengerikan. Akhirnya banyak orang yang menghapus tatonya. Salah satunya dengan jalan disetrika,” ujar Nadya, pendiri Side Space Parlour.

Persepsi orang terhadap tato sudah mulai bergeser belakangan ini. Perempuan yang akrab disapa Nadcil ini menyebutkan tato bukan lagi sesuatu yang dianggap kriminal, tapi sebagai gaya hidup.

Baca Juga: Aksi Remaja Simpan Cemilan Dalam Tas di Hajatan mahal Mengundang Tawa

“Saya dua kali sehari menato. Tato sudah jadi lifestyle tiga tahun belakangan ini. Tempat pembuatan tato pun makin banyak dan maju bahkan sekarang pembuatannya pun menggunakan mesin,” ujar Nadya.

Nadya juga mengatakan dirinya mengenal tato sejak masih sekolah dan menjadi hobi. Sejak usia 18 tahun, ia kemudian mempelajari secara mendalam bahkan membeli mesin tato.

“Sempat addict dengan tato, tapi setelah mesin tato, saya menato badan saya. Sekarang saya fokus sebagai tatto artist,” tambahnya.

Nonton Online: www.nof21.com

 

1 Trackback / Pingback

  1. Koleksi 300 Pasang Sneakers, Habiskan Dana Seharga 1 Unit Harley Davidson | TulisSaja

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*