Sandera Abu Sayyaf satu Berhasil Kabur Dua WNI Masih Ditawan

Sandera Abu Sayyaf satu Berhasil Kabur Dua WNI Masih Ditawan

Salah satu sandera kelompok militan Abu Sayyaf di Filipina asal Malaysia, Jari Abdullah (34), dikabarkan dalam kondisi kritis akibat luka tembak di kepala dan dada setelah dia berhasil melarikan diri kemarin. Ia mengalami luka karena pelariannya dilakukan di tengah baku tembak antara tentara Filipina dengan Abu Sayyaf di sana Live Casino Online.

Minda News, portal berita yang berbasis di Mindanao hari ini melaporkan, Jari ditemukan terluka parah oleh Tim Pendaratan Batalyon Marinir Filipina 3. Mereka menemukannya di Pulau Simusa, gugus kepulauan Mindanao pada Kamis kemarin sekitar pukul 16.25 waktu lokal.”Korban penculikan berusaha melarikan diri dari para penculiknya selama baku tembak tetapi ditembak oleh Abu Sayyaf,” kata harian Filipina mengutip juru bicara Komando Mindanao Barat Letnan Kolonel Gerry Besana, seperti dikutip dari the Malay Mail, Jumat (5/4).

Baca Juga : Tidak Mau Menjawab Pertanyaan Istri, Suami Ditembak di Kepala

Dia menambahkan bahwa Jari diterbangkan ke Rumah Sakit Heneral Teodulfo Bautista Kuta di Jolo untuk perawatan medis sekitar pukul 19.00 malam kemarin.Diculik Bersama 2 WNI yang Saat Ini Masih Disandera, Jari ayah tiga anak, dari sebuah desa di Sim-Sim, dekat Sandakan, Sabah secara paksa diambil dari kapal pukat ikan di dekat Pegasus Reef dan rantai kepulauan Tawi-Tawi Filipina oleh Abu Sayyaf. Bersama Jari, dua orang WNI, Heri Ardiansyah (19) dan Hariadin (45) juga ikut diculik.

Penculikan itu terjadi pada 15 Desember 2019. Menurut Minda News, kedua orang Indonesia itu masih ditawan. Kementerian Luar Negeri RI mengatakan, tim di KJRI Davao, Mindanao, memantau dekat kabar tersebut.

“Kementerian luar negeri sudah kontak dengan tim yang ada di (KJRI) Davao dan mereka juga sedang melakukan komunikasi dengan pihak keamanan disana,” ujar Juru Bicara Kemlu RI Arrmanatha Nasir di Jakarta, Jumat 5 April 2019.

Para penculik ini dilaporkan mengeluarkan permintaan tebusan pada sebuah klip video yang diposting online beberapa hari kemudian, mengancam juga akan memenggal para sandera mereka jika keinginan mereka tak terpenuhi Bandar Casino Online.

Jumlah tebusan tidak disebutkan. Tapi, surat kabar Tulissaja mengutip konsul jenderal Indonesia untuk Sabah Krishna Djaelani mengatakan tanggal 13 Februari bahwa Abu Sayyaf telah menuntut sebesar 10 miliar rupiah atau RM3 juta untuk pembebasan mereka.Istri Jari Abdullah, Nadin Junianti Abdullah (25) mengaku sudah dihubungi setidaknya dua kali untuk tebusan, dan juga meminta bantuan pemerintah untuk mengamankan pembebasannya Judi Casino Online.

Kepala polisi Sabah Komisaris Datuk Omar Mammah dilaporkan oleh the Star tanggal  20 Februari mengatakan polisi Malaysia bekerja dengan rekan-rekan Filipina mereka supaya membebaskan para sandera.

Nonton Online: www.nof21.com

 

1 Trackback / Pingback

  1. Imran Khan Sebut India Bisa Berdamai Jika Modi Menang Pemlu | TulisSaja

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*