Perkosa Calon Adik Ipar Hingga Hamil,Diancam BUI

Perkosa Calon Adik Ipar Hingga Hamil,Diancam BUI

Nasib nahas dialami oleh, MET (16). Siswi kelas 2 salah satu SMPN di Kabupaten Kupang ini malah dicabuli oleh calon kakak iparnya hingga hamil. Pada saat ini, anak kedua dari delapan bersaudara itu diketahui sedang hamil enam bulan. Pelaku ialah mahasiswa Universitas Persatuan Guru (UPG) 45 Kupang semester akhir, Yuvens Pada Tukan (26).

Ibu korban Magdalena Mananel (37) menuturkan, jika aksi bejat pria asal, Sulengwaseng, Kecamatan Solor Selatan, Kabupaten Flores Timur itu terungkap pada saat dia curiga dengan perubahan fisik dari anaknya. Saat ditanya, sang anak mengaku, dirinya sudah dicabuli sampai berulang kali oleh pelaku.

Mirisnya, pelaku ialah calon suami kakaknya yang juga berstatus sebagai mahasiswi. Sejak bertunangan dengan kakaknya, pelaku dimintai tinggal di rumah yang tidak jauh dari rumah korban. Karena kasihan hidup di kos, kita ajak saja tinggal di rumah. Ternyata dia memanfaatkan kebaikan kami. dIa malah memerkosa anak saya,” ujar Magdalena kepada Tulissaja, Kamis (11/4).

Baca Juga : Viral,Pendapatannya Rp2 Juta per Detik Sampai Tak Tahu Cara Menghabiskannya

Setelah mendengar pengakuan dari anaknya, dia bersama keluarga langsung membuat laporan polisi di Polda NTT. Kepada polisi, korban mengaku dari pencabulan dilakukan sebanyak tiga kali oleh pelaku pada saat rumah sepi. Sementara korban, MET mengaku pertama kali dicabuli pelaku pada bulan Juni 2018. Saat itu, ibu dan keluarga lainnya tidak berada di rumah. Ia diminta ibunya menjaga adik-adik yang masih kecil. Kesempatan itu dimanfaatkan oleh pelaku untuk melakukan pencabulan.

“Pelaku tarik saya langsung ke ruang tamu. Saya sempat melawan tetapi tak berdaya karena dipaksa,” ujarnya. Usai melampiaskan nafsu bejatnya, ujar dia, pelaku mengancamnya agar tak boleh menceritakan ke siapa pun.

Korban juga mengaku, setelah mencabuli dengan jumlah tiga kali, pelaku sempat memaksanya mengonsumsi obat-obatan supaya mengugurkan janin. Usai membuat laporan di Polda NTT dengan bukti laporan, LP/B/III/IV/2019/SPKT, korban bersama orangtuanya mengadu ke Lembata Bantuan Hukum (LBH) Surya NTT, Kamis (11/4/2019). Di LBH, orangtua korban meminta pendampingan hukum.

Ketua LBH Surya NTT, E Nita Juwita, SH.MH mengaku siap untuk mengawal kasus itu hingga sampai tuntas. Ia meminta polisi segera menangkap pelaku langsung. Sudah dibuat surat kuasa dan siap kita kawal juga. Ini kejahatan terhadap anak sehingga proses hukumnya harus cepat,” ujarnya.

Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KP3A) Kabupaten Kupang, Firmanu Cahaya mengaku juga akan melakukan pendampingan konseling terhadap korban. Kita fokus terhadap psikis korban. Ini anak bawah umur sehingga psikisnya harus kita diperbaiki,” katanya.

Nonton Streaming Gratiswww.nof21.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*