Mobil Listrik, Solusi Ramah Lingkungan yang Tak Ramah Pejalan Kaki

Mobil Listrik, Solusi Ramah Lingkungan yang Tak Ramah Pejalan Kaki

Mobil listrik kini sudah mulai berada di tanah air. Ini ialah solusi berkelanjutan dari transportasi yang ramah lingkungan dan tidak bergantung pada energi berbasis minyak bumi. Tentu hal ini ramah lingkungan, tapi menurut data, ternyata mobil listrik tidak ramah untuk pejalan kaki.

Dari penelitian yang telah dilansir dari The Guardian, mobil listrik juga miliki kemungkinan 40 persen lebih berisiko menabrak pejalan kaki ketimbang mobil konvensional. Selain itu, 93 persen penyandang tuna netra menyebut mereka bermasalah dengan mobil listrik.

Mengapa hal ini bisa terjadi? Karena mobil listrik hampir tak memiliki suara mesin, karena pada dasarnya mobil ini hanya berisi baterai besar. Mobil ini akan bersuara di kecepatan tinggi. Di kecepatan rendah, pejalan kaki tak akan sadar jika adanya mobil melenggang.

Baca Juga : Uji Nyali Bawa Motor Tanpa Rem Depan, Pemotor Mojokerto Kritis
Nonton Online Gratis: www.nof21.com

Tentu kita tidak berbicara soal masyarakat modern yang sudah terpaku ke handphone mereka sehingga lalai dalam melihat arah dalam berjalan kaki, tapi ini adalah kepentingan para penyandang disabilitas tuna rungu, tuna netra, serta orang tua yang kemampuan inderanya sudah berkurang.

Masalah ini sudah muncul di berbagai negara yang sudah banyak pengguna mobil listriknya, seperti Eropa dan juga Jepang. melansir Guardian, di Jepang bahkan sebuah kasus mobil listrik yang menabrak tuna netra dan anjing penuntunnya karena tertabrak mobil listrik menjadi viral dan juga jadi tangisan seluruh negeri.

Uni Eropa Ambil Sikap
Mulai 1 Juli 2019 nanti, semua kendaraan listrik di negara-negara Uni Eropa diharuskan mengeluarkan suara. Benar, melansir TulisSaja, ditetapkan dari sebuah regulasi bahwa ketika mobil melaju di bawah 20 kilometer per jam, mobil tersebut diharuskan mengeluarkan suara setidaknya 56 desibel.

Suara itu ialah suara artifisial yang diharapkan jadi sesuatu yang disebut “Sistem Peringatan Kendaraan Akustik” oleh Uni Eropa. Uniknya, tak ada aturan soal seperti apa bunyinya. Deretan pabrikan mobil pun juga sudah menyematkan teknologi suara buatan ini dalam beberapa mobil barunya. Seperti Nissan Leaf terbaru sudah menyematkan bunyi layaknya mobil konvensional.

Sayangnya, tidak ada yang berinovasi untuk mengunakan suara buatan yang lucu dan menarik. Bayangkan ketika berjalan lambat, sebuah mobil bisa mengeluarkan suara ayam berkokok ataupun suara dengkuran kucing yang keras.

 

1 Trackback / Pingback

  1. Uber Uji Coba Taksi Terbang di Melbourne | TulisSaja

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*