Mengapa Rakuten Malah Hengkang dari Indonesia?

Mengapa Rakuten Malah Hengkang dari Indonesia?

Raksasa e-commerce yang berasal dari Negara sakura atau Jepang, yaitu Rakuten, memutuskan untuk tutup toko online di Indonesia. Tak hanya di sini, Rakuten juga sudah melakukan kebijakan yang serupa di negara tetangga, Singapura dan Malaysia.

Media Tulissaja.com juga menyatakan jika Rakuten kesulitan menghadapi perlombaan bisnis online yang sangat pada kawasan Asia Tenggara. Baik dari pemain asing dan lokal memang sudah agresif di wilayah ini, sebagian juga didukung investasi dana yang besar.

“Rakuten sangat kesulitan di Asia Tenggara melawan kompetitor seperti Lazada dari Jerman dan sudah menyimpulkan jika mereka tidak bisa lagi mengharapkan pertumbuhan yang lebih lanjut di kawasan ini,”

Selain di Singapura, Malaysia, dan Indonesia, Rakuten juga ingin menjual website e-commerce Tarad.com yang ada di Thailand Bangkok. Rakuten pada saat itu membeli situs tersebut sekitar 7 tahun yang lalu tapi tampaknya tidak berhasil secara bisnis.

Dalam pernyataannya, Rakuten juga  menyebut jika strategi menutup toko online itu adalah bagian perubahan strateginya dari model bisnis business-to-business-to-customer (B2B2C) menjadi customer-to-customer, (C2C). Ini yang sudah sesuai dengan tren yang terjadi pada Asia Tenggara.

“Di Asia Tenggara, di saat pasar ini sendiri beradaptasi dan berubah, kami bergerak pada arah model bisnis C2C dan mobile untuk e-commerce pada bisnis yang lain,” kata juru bicara Rakuten yang dikutip dari Tulissaja.com.

Rakuten juga tidak sepenuhnya meninggalkan pasar Asia Tenggara meski Rakuten sudah menutup toko online-nya. Mereka masih saja tetap mengoperasikan kantor di Singapura untuk mengendalikan bisnis lainnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*