Malaysia dan Singapura Sepakat Akhiri Sengketa Ruang Udara

Malaysia dan Singapura Sepakat Akhiri Sengketa Ruang Udara

Pemerintah dari Malaysia dan Singapura mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perselisihan mengenai tentang ruang udara yang sudah berlangsung berbulan-bulan. Hal ini juga disampaikan dari menteri perhubungan kedua negara bertetangga itu dengan pernyataan yang sama Casino Online Terpercaya.

Berdasarkan dari kesepakatan ini, Singapura juga akan menghentikan prosedur-prosedur sistem di instrumen pendaratan di Bandar Udara Seletarnya, sedangkan Malaysia juga akan membuka kawasan terlarang dekat perbatasan kedua negara tersebut Casino uang Asli.

“Singapura akan menarik prosedur-prosedur Instrument Landing System bagi Bandara Seletar juga Malaysia akan menangguhkan tanpa batas kawasan terlarangnya di Pasir Gudang,” demikian pernyataan Menteri Perhubungan Malaysia Anthony Loke dan Menteri Transportasi Singapura Khaw Boon Wan seperti dilansir Tulissaja.com, Minggu (7/4).

Baca Juga : Mahathir Bantah Ada Lobi Pemerintah di Balik Bebasnya Siti Aisyah

Ini akan mengizinkan anak perusahaan Malaysia Airlines Firefly sudah bisa memulai operasi di Bandara Seletar bulan ini. Laporan-laporan media juga menyebutkan maskapai ini menunda rencana-rencananya untuk bisa terbang dari Bandara Seletar tahun lalu karena ada perselisihan itu  Bandar Casino Online.

Pada Desember, Malaysia menyatakan ingin mengambil alih kendali ruang udara yang sudah dikelola negara kota itu sejak tahun 1974, sementara sistem instrumen pendaratan baru Singapura di bandara Seletar yang kecil melibatkan arah penerbangan di wilayah udara dari Malaysia.

Kedua menteri juga mengatakan dalam pernyataan bersama itu bahwa kedua negara telah membentuk satu komite untuk meninjau ulang perjanjian ruang udara tahun 1974. Singapura merupakan bagian Malaysia tetapi keduanya berpisah dan masing-masing menjadi negara merdeka tahun 1965 Judi Casino Online.

Nonton Online: www.nof21.com

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*