Imigran Memaksa Masuk Perbatasan Amerika Serikat di Meksiko

Imigran Memaksa Masuk Perbatasan Amerika Serikat di Meksiko

Sekitar 350 imigran yang berupaya memasuki Meksiko supaya menyelamatkan diri dari kemiskinan dan kekerasan brutal yang sudah terjadi di negara asal mereka. Dikutip dari laman Tulissaja yang dilansir Liputan6.com, Sabtu (13/4), para imigran ini juga berasal dari beberapa negara, mulai dari Kuba, Honduras, Venezuela hingga Afrika Tengah Agen Poker.

“Kami tak bisa hidup (di Honduras) lagi. Kami ingin menuju perbatasan di Amerika Serikat,” kata Jorge, seorang imigran Honduras yang menolak menyebut nama belakangnya.

Beberapa imigran juga menyeberangi jembatan di atas Sungai Suchiate, yang juga memisahkan Meksiko dari Guatemala. Bahkan mereka rela membayar rakit supaya bisa membawa mereka.

Menyoroti bahaya perjalanan, jaksa penuntut Meksiko mengatakan mereka sudah menahan dua penyelundup yang memperdagangkan 22 migran di negara bagian Chiapas pada insiden terpisah Agen Domino99.

Menurut keterangan dari petugas keamanan di Meksiko, pihaknya juga telah mengamankan 143 migran Honduras, termasuk 71 anak di bawah umur. Rencananya, ratusan imigran ini juga berupaya mencapai perbatasan AS-Meksiko.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menetapkan pada kondisi ini sebagai darurat nasional. Trump secara berulang mengerahkan pasukan ke perbatasan supaya menutup segala pintu masuk yang biasa digunakan oleh imigran.

Baca Juga : Korsel Ingin Cabut Larangan Aborsi

Sebelumnya, Trump juga memutus bantuan yang biasa diberi Amerika Serikat untuk tiga negara kecil Amerika Tengah, meliputi: El Salvador, Guatemala, dan Honduras.

Salah satu alasan Gedung Putih mendukung kebijakan Trump, Karena tiga negara tersebut dinilai tak dapat mengurangi krisis kemanusiaan dan malah menyebabkan angka imigran ke AS. Keputusan ini juga disampaikan oleh Donald Trump pada Jumat, 29 Maret 2019.

“Sebenarnya, Honduras bisa berbuat lebih banyak, Guatemala juga bisa berbuat banyak dan El Salvador bisa berbuat lebih banyak,” ujar Mulvaney.

“Jika mereka ingin kami memberi ratusan juta dolar, maka kami ingin mereka juga berbuat lebih banyak,” ujar Mulvaney Bandarq online.

Mulvaney juga mengatakan, mulanya bantuan ini digunakan supaya mendanai program-program memerangi geng dan mendorong pembangunan di tiga negara ini. Harapannya, agar mereka bisa mengatasi akar penyebab migrasi massal ke AS. Mulvaney menyebut langkah itu tidak manjur.

“Jika pemerintah di negara masing-masing sudah bekerja dengan baik, mengapa masih banyak orang yang juga melintasi perbatasan dalam satu bulan terakhir?,” tanya Mulvaney.

“Ini adalah krisis kemanusiaan, ini juga krisis keamanan,” ujarnya.

Menanggapi langkah tersebut, pemerintah Honduras pada Sabtu, 30 Maret 2019, menyalahkan “kebijakan kontradiktif” dari badan-badan AS untuk keputusan ini.

Honduras dengan para pejabat mengatakan mereka akan terus bekerja dengan El Salvador dan Guatemala pada inisiatif Segitiga Utara soal masalah tersebut Judi Uang Asli.

Nonton Streaming Gratiswww.nof21.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*