G20 Rampungkan Aturan Pajak Baru Google Cs di Tahun 2020

G20 Rampungkan Aturan Pajak Baru Google Cs di Tahun 2020

20 menteri keuangan yang tergabung pada G20 dilaporkan Tulissaja, Senin (10/6), sepakat untuk menyusun aturan pajak baru supaya mengikat perusahaan-perusahaan teknologi seperti Facebook. Pasalnya, perusahaan-perusahaan yang multinasional itu telah dianggap tak membayarkan jumlah pajak yang seharusnya dibayar.

Sebelumnya, Facebook, Google, Amazon dan juga perusahaan teknologi besar lainnya kerap mendapatkan kritik dan mengurangi tagihan dari pajak mereka.

Mereka sering kali mengiming-imingi keuntungan untuk negara-negara yang memiliki pajak rendah. Praktik-praktik semacam itu sudah dipandang dari banyak negara sebagai bentuk ketidakadilan. Nantinya, aturan baru ini akan membebani pajak lebih tinggi kepada perusahaan teknologi raksasa tersebut.

Baca Juga : Gaji Bos Google Setahun Masih Kalah Dari Tukang Ojek Sehari
Nonton Streaming Gratis: www.nof21.com

“Tidak hanya itu saja, aturan tersebut juga pasti akan membuat lebih sulit bagi negara-negara seperti Irlandia untuk menarik investasi asing langsung pada janji tarif pajak perusahaan yang sangat rendah.Untuk usulan aturannya masih saja belum terlalu jelas, namun secara bertahap sudah mulai ada gambaran,” kata Menteri Keuangan Jepang, Taro Aso.

Inggris dan Perancis ialah dua negara pengusul rancangan aturan yang paling vocal. Tujuannya ialah untuk membuat perusahaan teknologi raksasa itu sulit supaya bisa mengalihkan iming-iming keuntungan untuk negara berpajak rendah sekaligus memperkenalkan pajak perusahaan yang rendah.

Memang, perusahaan internet besar contoh seperti Google dan Facebook selalu mengatakan mereka mengikuti aturan pajak, namun mereka juga membayar sedikit pajaknya di Eropa.

Imbalannya yaitu dengan menyalurkan penjualan melalui negara-negara seperti Irlandia dan Luksemburg, yang memiliki aturan pajak rendah atau ringan. “Kami menyambut kemajuan baru-baru ini untuk mengatasi tantangan pajak yang timbul dari digitalisasi,” kata juru bicara G20.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*